Selasa, 13 Maret 2018

Original Idea Part 1

Ide Usaha.

Kalo dipikir-pikir ide itu ga ada matinya selalu tumbuh dan berkembang selaras dengan meluasnya wawasan yang kita miliki.

Sayangnya, banyak banget ide keren dan gila kita yang terhapus oleh penghapus waktu *ga kebayang kaya gimana. Sebagaimana menenggelamkan harta karun yang sempat muncul ke permukaan atau membiarkan kuro-kuro hangat sampai tak layak dimakan.

Pokoknya nyesel banget deh kalo ada ide segar tapi ga coba kita catet atau dikembanngin

Nah, kebetulan dari kemaren gua liburan itu, gua sering ngelamun mikirin masa depan gua. Gimana enggak? Uang kuliah per semester ga turun, eh IP malah ga naik. Berasa hina bat dah hidup gua. Astagfirullah.

Oleh sebab itu, mengingat perkataan sahabat nabi "ikatlah ilmu dengan mencatatnya" gua akhirnya mutusin buat nyatet ide ini di blog. terserah dah kalo ada yang mau ambil, silahkan....

Kalo misalnya ntar berhasil, bawa nama Rekhsa nya ya, hehehe

Ide ini bergerak di bidang pangan. Yap! Restoran atau  Rumah Makan. Tapi jangan salah, ide ini diambil sejak gua masuk ITB, gua hampir mengidentikkan ITB dengan Teknologi dan Matematika. Tapi karena gua memilih untuk bersahaja, jadi ide ini bertemakan Matematika. Nama Restorannya,
RestoMatika
[Ketika Matematika mengalahkan Retorika Cinta]

Sabtu, 28 November 2015

Sandwich In CFD


Gua adalah orang yang bersemangat dalam hal berdagang. Tapi ga menjamin orang yang semangat itu bakal untung terus dalam berdagangnya. Ini buktinya


08.29 20 September 2015 di Car Free Day Jl. Djuanda bersama Pembeli Pertama (Rayhan)
Alhamdulillah banget, hari itu gua jualan sandwich, bareng Ghaffar Mukhlis. Di pagi itu kita jualan. 1 Sandwich harganya 4000. Dengan modal keberanian, kita pun nawar-nawarin para pejalan kaki yang lagi duduk santai buat istirahat. Tapi apa hasilnya? NIHIL.

Terus kita lanjutin perjalan, ga disangka ada temen gua, namanya Rayhan, waktu itu dia dan temen temennya lagi menyemarakkan bakal dibagiin 1000 sate untuk merayakan Idul Adha. Yaudah, gua manggil dia, ketemuan, trus gua jelasin kalo gua lagi jualan. Akhirnya dia pun membeli sandwich ini. Entah karena memang lapar apa kasian, gua ga tau. hehe ^-^

Lalu kita lanjutkan perjalanan lagi, kita makin semangat buat ngejajakin jualannya. Tapiiiiiii, tetep aja ga ada yang mau beli. Jadi dia (Rayhan) the one and only yang ngebeli sandwich ini di CFD.

Tapi kita pulang dengan bahagia kok. Allah tau mana hambanya yang lagi sedih dan Dia bisa dengan mudah membuat kita bahagia. Happiness doesn't come from what you sell but come from what you give.

Visionpreuner

Dream come from Reality

Banyak kejadian-kejadian menarik selama proses perkuliahan. Tapi ada hal menarik yang membuat gua tertarik. Yaitu............. gaya gravitasi zzzzz. -_-  Lebih tepatnya. 'Danusan'
Danusan diambil dari kata Dana Usaha. Maksudnya itu kita jualan ke anak anak kampus yang biasanya uang hasil danusan itu di salurkan untuk acara - acara UKM, kepanitiaan, Makrab, Paguyuban, dan mungkin buat diri sendiri. Barang yang dijual pun beragam, ada nasi kuning, gorengan, risol, molen, lemper, donat, martabak mini, pokoknya macem macem deh.

Bayangin aja, setiap kuliah bakal ada orang yang bawa kotak kue, trus abis dosennya selesai ngajar, orang ini bakal jalan di depan kelas sambil menjajakan dagangannya. Yang jadi masalah, yang gini ga cuma satu orang. Bisa 1-6 orang yang jualan. So pasti, kelas langsung berubah layaknya pasar. Kadang terlintas di pikiran gua "Apakah ini ITB?" Hehe
Tiba tiba ada yang jawab dari samping telinga gua. "Iya lah" *loh
 
Ga dipungkiri bahwa memang Institut Teknologi Bandung ini memang sedang mengarah pada Enterpreunership. Tapi memangnya harus berdanusan seperti itu? Atau karena kita masih TPB jadi kita ga ngerti Enterpreuner dalam bidang teknologi itu kaya gimana? Atau gimana?

Gua yang otaknya masih di bawah rata rata nax ITB sih kebingungan dengan hal ini. Tapi ada beberapa kesimpulan yang menurut gua ini ga salah.

1. Semangat untuk menjadi enterpreuner di kalangan anak ITB itu tinggi
2. Kebutuhan akan enterpreuner skill  pun tinggi
3. Kita membutuhkan sistem perdagangan yang baik dan tepat
4. Kita juga perlu memperluas sasarn pasar (Tau sendiri ITB orangnya itu lagi-itu lagi)

Dengan demikian, gua bermimpi suatu saat nanti anak-anak ITB bakal punya banyak perusahaan. Ga cuman di bidang teknologi, tapi meluas ke berbagai bidang, mulai dari makanan, , bangunan, dll. Tentunya kita bakal kerjasama sama anak-anak Univ lain, UI, IPB, UGM, PNJ, Polban, UNPAD, UNS, UNSOED, UNBRAW, UNHAS, ITS, ITERA, Gunadharma, BSI, kalo bisa semuanya. Perusahaannya bakal nyebar di berbagai negara di dunia, dan nanti keuntungannya kita arahkan untuk membangun Indonesia. Membangun Indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang cerdas, bangsa yang sejahtera, dan tak menutup kemungkinan menjadi bangsa yang madani.
fashion

Ini hanyalah sebuah mimpi, dari Manusia Bodoh yang masih perlu belajar.


Bandung, 29 November 2015